Tantangan Akhir Jaman   Leave a comment

Banyak sekali tantangan pada akhir zaman yang akan terjadi seperti yang ada di dalam alkitab
“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Matius 24:24).
Para Murid bertanya kepada Kristus, “Bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (Matius 24:3). Sebenarnya, kata Yunani untuk “dunia” di sini berarti “zaman.” Bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan zaman?”
Kristus tidak memberikan satu tanda kepada mereka, yang mereka tanyakan kepada Dia. Sebaliknya Ia memberikan banyak tanda kepada mereka. Tanda pertama yang Ia berikan adalah penyesatan rohani berhubungan dengan siapa Kristus.
“Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang” (Matius 24:4-5).
“Sebab Mesias-mesias palsu…sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Matius 24:24).
Akhir zaman, kata Yesus, pertama-tama akan dikarakteristik oleh multiplikasi pengajaran-pengajaran palsu dan bidat-bidat menyesatkan. mereka semua mengklaim diri mereka benar, namun semuanya berbeda sekali atau sedikit berbeda dalam tingkatan tertentu satu dengan yang lainnya. Itu menyebabkan banyak orang dibuat bingung dan bertanya, Apa yang dapat kita percaya? Siapa, dari semua itu, yang benar? Di mana kita dapat menemukan kebenaran? Yang benar di sini bahwa jawaban Yesus datang dengan kuasa yang luar biasa:
“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu” (Matius 24:4).
Ia berkata bahwa banyak orang akan dipimpin ke dalam kesalahan dan percaya kepada Kristus palsu dari pada Dia yang sejati. Sekarang kita diperhadapkan dengan begitu banyak “Kristus-Kristus” palsu yang sedang membingungkan banyak orang.
Satu-satunya Kristus yang sejati adalah Kristus yang dinyatakan dalam Alkitab. Rasul Paulus memperingatkan untuk menentang kepercayaan kepada
“Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan”
(II Korintus 11:4).

Terdapat beberapa contoh tentang hal tersebut antara lain
I. Pertama, “Kristus” palsunya Mormonisme (II Korintus 11:4)
II. Kedua, “Kristus” palsunya Saksi Yehova. (I Yohanes 5:7; Yohanes 10:30; Lukas 24:39)
III. Ketiga, “Kristus” palsunya Islam. (I Korintus 15:3-4; Matius 21:9, 11)
IV. Keempat, “Kristus” palsunya Katolikisme. (Matius 11:28)
V. Kelima, “Kristus” palsunya kebanyakan orang Pentakosta. (Lukas 24:39; Matius 24:30; Zakharia 14:4-5)
Pada akhir zaman pula manusia tidak lagi mempedulikan masalah agama Mereka tidak peduli mati masuk surga atau neraka. Padahal tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang tidak pernah tidak mendengar ada orang yang meninggal atau tidak menyadari bahwa meninggal adalah sesuatu yang pasti. Karena tidak peduli akan hal itu segala macam kejahatan mereka lakukan.
“Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat 7:22-23)

Jadi bukan orang dengan Pelayanan hebat yang diterima Tuhan, banyak orang merasa jika mereka punya karunia Roh Kudus mereka sudah layak dihadapan Tuhan. SALAH ! tidak ada yang benar seorangpun tidak, manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, jika ia mengatakan tidak berdosa maka ia adalah pendusta. dan Iblis yang menjadi Bapanya. Kekudusan, yakni selalu dalam keadaan Tobat, ada orang yang bertobat pada saat-saat tertentu saja, bisa dibilang mereka sudah terlena dengan dunia..bagi seorang Pelayan Tuhan sekalipun. Maka itu setiap saat hendaknya menguji diri apa kita sudah layak pada Tuhan, kita memang tidak ada yang layak pada Tuhan tetapi kita beroleh kelayakan atas anugerah tumpahan darah Kristus. Kadang memang kehidupan rohani kita jatuh-bangun, tapi saat sadar telah jatuh, langsung bangkit (tobat) memegang tangan Tuhan,dan mulai dari awal dengan damai sejahtera. Darah yang mahal sudah tercurah kepada kita.

Posted Maret 6, 2011 by jo080991 in belajar, Rohani

Tagged with , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: